Tampilkan postingan dengan label Perikanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perikanan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Mei 2014

Tips Memilih Bibit dan Induk Ikan Nila

Kesuksesan budidaya ikan nila mempunyai beberapa faktor penentu, salah satu yang terpenting adalah pemilihan induk dan benih. Faktor bibit dan induk sangat menentukan dalam keberhasilan budidaya ikan nila. Bibit dan induk ikan nila yang baik akan menghasilkan benih yang berkualitas dan memberikan nilai tambah ekonomi yang memuaskan.
Bibit nila yang unggul memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
Mampu memproduksi benih
  1. Pertumbuhannya sangat cepat.
  2. Sangat responsif terhadap makanan buatan yang diberikan.
  3. Resisten terhadap serangan hama.
  4. Dapat hidup dan tumbuh baik pada lingkungan perairan.
  5. Ukuran induk yang baik untuk dipijahkan yaitu 120-180 gram lebih per ekor dan berumursekitar 4-5 bulan.
Adapun ciri-ciri untuk membedakan induk jantan dan induk betina 
adalah sebagai berikut:
a) Betina
  1. Terdapat 3 buah lubang pada urogenetial yaitu: dubur, lubang pengeluaran telur dan lubang urine.
  2. Ujung sirip berwarna kemerah-merahan pucat tidak jelas.
  3. Warna perut lebih putih.
  4. Warna dagu putih.
  5. Jika perut distriping tidak mengeluarkan cairan.
b) Jantan
  1. Pada alat urogenetial terdapat 2 buah lubang yaitu: anus dan lubang sperma merangkap lubang urine.
  2. Ujung sirip berwarna kemerah-merahan terang dan jelas.
  3. Warna perut lebih gelap/kehitam-hitaman.
  4. Warna dagu kehitam-hitaman dan kemerah-merahan.
  5. Jika perut distriping mengeluarkan cairan.

Cara Pengobatan Bakteri Aeromonas Pada Ikan Budidaya


Ikan mati karena serangan bakteri aeromonas merupakan masalah yang sering dihadapi para pembudidaya ikan lele. Bukan hanya ikan lele, aeromonas juga seringkali menyerang jenis ikan lainnya.
Tentu saja serangan bakteri aeromonas pada ikan akan menyebabkan produksi tidak maksimal. Bahkan tak jarang serangan aeromonas mengakibatkan kematian masal pada ikan. Jika demikian bukan untung yang didapat namun malah buntung karena pembudidaya ikan mengalami kerugian.
Serangan aeromonas pada ikan biasanya berhubungan dengan buruknya kualitas air kolam. Selain itu pemicu serangan aeromonas adalah perubahan suhu yang ekstrim serta kepadatan ikan yang terlalu tinggi.
Ikan yang terserang aeromonas akan ditandai dengan gejala sebagai berikut :
  1. Terdapat bercak merah pada bagian dada, perut, dan pangkal sirip,
  2. Berkurangnya selaput lendir (mucus),
  3. Sisik rusak dan rontok
  4. Sirip punggung, dada dan ekor rusak dan pecah-pecah, menyebabkan ikan lemah dan kehilangan keseimbangan.
Mengobati Aeromonas Menggunakan Obat Alami
Untuk mengatasi aeromonas, kebanyakan pembudidaya ikan menggunakan obat kimiawi. Kelemahan obat kimiawi adalah apabila digunakan secara terus menerus dalam kurun waktu yang cukup lama dapat berdampak buruk pada lingkungan budidaya itu sendiri.

Selain itu penggunaan obat kimia dengan dosis yang tidak tepat akan menyebakan resistensi pada ikan.
Selain obat kimia sebenarnya pembudidaya ikan dapat menggunakan tepung berbahan daun meniran (Phylanthus urinaria) dan bawang putih (Allium sativum). Daun meniran dan bawang putih iketahui berkhasiat untuk mencegah infeksi virus dan bakteri, serta mendorong sistem kekebalan tubuh.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor, Dinamella, penggunaan daun meniran dan bawang putih pada ikan yang terkena penyakit Aeromonas dapat meningkatkan tingkat kelangsungan hidup ikan hingga 25-30%.
Cara membuat obat dari tepung daun meniran dan bawang putih ini pun relatif mudah. Daun meniran dibersihkan lalu dikeringkan tanpa terkena sinar matahari langsung selama 3 – 4 hari. Setelah kering kemudian dihaluskan dengan menggunakan blender.
Sedangkan untuk membuat tepung bawang putih diawali dengan mengupas bawang putih dan diiris tipis-tipis. Selanjutnya dikeringkan tanpa menggunakan sinar matahari langsung selama 3-4 hari dan dimasukkan ke dalam oven selama 1 jam dengan suhu 60 oC. Jika sudah kering kemudian dihaluskan degan cara diblender.
Adapun cara pengobatannya adalah dengan mencampur tepung daun meniran dan tepung bawang putih dengan pakan (pellet). Perbandingan daun meniran dengan bawang putih yang digunakan adalah 2 : 1.
Hasil dari pengujian Dinamella, penggunaan dosis 2,1% tepung meniran dan bawang putih yang dicampur pada pakan, efektif untuk pencegahan infeksi Bakteri Aeromonas hydrophila pada ikan lele dan dapat meningkatkan kelangsungan hidup 25-30% pada ikan yang terinfeksi.
(sumber: budidaya-ikan)